Loading

wait a moment

HONDA CRF 150L SUDAH JEBOL PADAHAL BARU SEBULAN

Sedang ramai diperbincangkan di grup Facebook Honda CRF 150L Indonesia, dimana seseorang dengan akun bernama Mus Tubles memposting motor Honda CRF 150L sedang dibongkar. Dan dia pun menulis Caption, “INI LAH KUDA BESI YG QTA BANGGAKAN SLAMA INI, BLM 1BLN SDH GANTI RING,PISTON,LEMER,KLAHAR. Up 25. MAU KLIM 1BLN LEBIH. KECEWA.”

Caption tersebut menyatakan bahwa motor CRF miliknya sudah rusak, padahal belum satu bulan dia membelinya. Dari kolom komentar dia menjelaskan, bahwa motor CRF tersebut baru beberapa kali dipakai ke medan Offroad dan selebihnya hanya dipakai ke sekolah. Namun sudah ada masalah pada bagian mesin seperti Piston, Ring Piston, Klahar dan Lemer.

Dia juga jelas sekali menunjukkan bahwa dia melakukan pembongkaran di bengkel resmi Honda AHASS dan melakukan penggantian dengan biayanya sendiri. Dikarenakan jika diklaim membutuhkan waktu sebulan lebih. Proses penggantian ini pun tidak mahal, dia menunjukkan biaya penggantian yang hanya sebesar Rp. 275.000.

Namun banyak komentar miring tentang foto-foto tersebut, sejumlah akun lain menyebutkan bahwa Postingan tersebut adalah kampanye hitam dari kompetitor. Namun ada dua akun lain yang menyebutkan bahwa mesin CRF yang dimilikinya juga ada kejanggalan pada suara posisi RPM tertentu. Akun tersebut menyebutkan suara mesin nglotok pada RPM tengah saat mau dibawa ke RPM tinggi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Akun tersebut juga menyebutkan, “Apakah mungkin karakter CRF seperti ini? Jika seperti ini, Honda harus memberikan penjelasan khusus, supaya pemilik CRF tidak bertanya-tanya”. Dan jika bukan dasar suara mesin seperti itu, berarti ada kesalahan produksi, dan hal ini harus disikapi Honda.

Piston CRF yang rusak belum ada sebulan

 

Setiap motor pasti akan ada cacat produksi, yang penting persentasenya tidak tinggi. Karena jika persentase tinggi berarti ada kesalahan Design dan mekanisme. Tapi karena yang menerima cacat tersebut adalah konsumen, jadi akan berasa langsung cacat 100%. Padahal namanya produksi masal sudah pasti akan ada cacat yang terlewatkan. Yang paling penting adalah bagaimana pabrikan tersebut bersikap dan memuaskan konsumen.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *