Loading

wait a moment

​4 PEMBALAP “WILD-CARD” YAMAHA KELAS AP250 SIAP BERI KEJUTAN ASIA ROAD RACE SENTUL

Pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) siap tampil all-out di seri ke-4 Asia Road Racing Championship 2016 (ARRC 2016) yang akan dihelat di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, akhir pekan ini (5-7 Agustus). Sebagai tuan-rumah harus lebih optimal. Terlebih untuk mewujudkan momen spesial Bendera Merah-Putih berkibar di angkasa dan lagu kebangsaaan Indonesia Raya berkumandang.
Tentu saja, dalam konteks pertarungan di kelas bergengsi Asia Production 250 (AP250) dengan pacuan Yamaha YZF-R25. Dalam hal ini, tidak hanya menurunkan tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) dengan duet rider Galang Hendra Pratama dan Reynaldo Ratukore serta satu pebalap tim satelit, Imanuel Pratna (Yamaha Traxx-D TJM Bien Racing). Juga siap bergabung 4 racer kebanggaan Indonesia yang notabene berstatus wild-card.

Siapa saja pemilik wild-card AP250 di ARRC 2016 Sentul ? Mulai M Zaky (Yamaha TJM) yang sebelumnya pernah tampil full-series di ARRC tahun lalu (2015). Kemudian Willy Hammer dan Syahrul Amin, keduanya dari tim Yamaha Bahtera Racing dan JR Deden (Yamaha Akai Jaya). Ketiga pebalap yang disebut terakhir ini, untuk pertama kalinya bertarung di level Asia Road Race. Alhasil, menjadi pengalaman pertama dan spesial.
”Kami yakin mereka dapat memberikan perlawanan di kelas AP250. Kami pilih 4 rider wild-card tersebut dari evaluasi di event Yamaha Sunday Race dan Kejurnas IRS. Mereka terbukti punya talenta dan prestasi menguasai kelas Sport 250 cc nasional. Demikian sebagai apresiasi Yamaha kepada mereka di gelaran balap Asia ini, “ujar Supriyanto, Manager Motor Sports YIMM.

“Ini kesempatan emas bagi saya. Belum pernah selama ini dan memang keinginan saya dapat mengikuti balap internasional, “tukas JR Deden yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah. Sehubungan dengan persiapan balap, pihak YIMM memberikan bantuan mesin YZF-R25 kepada para mekanik. Sebelum langkah set-up motor, maka tuner-tuner yang terlibat diberikan pengarahan dahulu dalam sesi Yamaha Technical Academy (YTA).

Ini berhubungan dengan pemahaman regulasi ARRC 2016 kelas AP250. Termasuk memahami potensi mana dari kudabesi YZF-R25 yang diperbolehkan untuk diupgrade. Tentu saja, ada sharing informasi dengan tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang telah eksis selama dua tahun penyelenggaraan ARRC dan dikomandoi Wahyu Rusmayadi selaku manager tim.

Catatan penting, bahwa peraturan AP250 (ARRC 2016) berbeda dengan gelaran Sunday Race ataupun Kejurnas IRS (250 cc). Terutama dalam konteks perangkat camshaft dan magnet yang wajib standar pabrik. Kalau di Sunday Race dan IRS boleh dimodifikasi atau diganti.
“Ini pengalaman pertama saya. Tentunya, sangat berharga hingga dapat mengetahui aturan di balap Asia yang berbeda dengan balapan di tanah air. Saya akan memahami bagian mana saja yang dapat dimodifikasi, “ucap Widya Krida Laksana, mekanik tim Yamaha Bahtera yang menerangkan bahwa mereka akan menggunakan velg OZ Racing yang didatangkan langsung dari Italia.

“Jadi tantangan kita dalam hal porting dan mapping pengapian. Selebihnya memang dominan standar, “timpal Yogie MBKW2, tuner yang mengawal JR Deden dan siap didukung ECU pengapian label aRacer. Khusus mekanik Hawadis yang memback-up kudapacu M Zaky, dipastikan sudah memahami regulasi AP250 karena memang dalam dua tahun ini ikut berkompetisi di ARRC. www.yamaharacingindonesia.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *